Ternak ikan brown discus

Ikan Discus – Ciri, Jenis dan Cara Budidaya

Ikan discus merupakan salah satu jenis ikan hias yang berasal dari sungai Amazon (Brasil). Diberi nama discus karena ikan ini berbentuk seperti lempengan disk yang berdiri tegak dengan bentuk tubuh pipih bundar. 

Selain bentuk tubuh nya yang unik, ikan discus juga memiliki corak dan warna yang beranekaragam. Untuk mengetahui lebih jauh tentang ikan hias ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui, seperti ciri – ciri, jenis dan Bagaimana cara pembudidayaan nya. 

Ciri Ikan Discus

Ikan ini memiliki beberapa ciri yang khas, mulai dari bentuk hingga warna badan yang bermacam – macam dan berikut adalah ciri – ciri nya :

  1. Bentuk tubuh pipih bundar dengan warna dasar coklat kemerahan dengan garis berombak dan beraneka ragam tak teratur dari dahi sampai samping perut.
  2. Mata ikan berwarna merah dan garis tengah tubuh paling besar 15 Cm.
  3. Tidak suka mengganggu, cenderung menyendiri atau mengelompok dengan ikan sejenisnya.

Jenis Ikan Discus

Untuk jenis nya, ikan hias ini memiliki kurang lebih 31 jenis dengan penamaan nya berdasarkan warna yang tampak dominan seperti Red Discus, Blue Discus, White Butterfly Discus, Albino Golden Discus, Albino Platinum Discus, Red Sun Discus, dsb.

Budidaya Ikan Discus

Hal yang paling penting dalam budidaya ikan ini adalah memilih indukan yang baik. Caranya dengan perawatan sejak kecil. Setelah berumur 15-20 bulan, discus ini akan memilih pasangannya sendiri. Pasangan discus inilah yang kita ambil dan dipindahkan untuk dipijahkan. Adapun persiapan yang perlu dilakukan antara lain seperti :

Persiapan tempat

  • Aquarium ukuran 75 x 35 x 35 cm.
  • Suhu air aquarium antara 28 -30 derajat celcius.
  • PH air berkisar 5-6.
  • Air dapat diambil dari sumur atau dari PDAM yang telah diendapkan selama 24 jam.
  • Tambahkan filter dan aerator.
  • Sediakan paralon atau pot.

Baca juga Cara Budidaya Ikan Hias Air Tawar.

Pemijahan

  • Ikan discus yang sudah siap dipijahkan berukuran 11-14 cm serta berusia 12 – 18 bulan, dengan perbandingan pada waktu dipijahkan yaitu 1:1.
  • Induk discus umumnya dapat memijah saat malam hari sekitar pukul 11.00 – 06.00.
  • Sebelum ikan memijah, induk jantan mengejar-ngejar induk betina, setelah itu ke-2 induk ini melacak area yang cocok memijah dan membersihkan area ( substrat ) untuk berpijah.
  • Induk betina mengeluarkan telur melewati genital papillae-nya, diikuti dengan induk jantan yang bisa membuahi telur-telur tersebut dengan langkah mengeluarkan spermanya.
  • Sistem pemijahan telah selesai, ke-2 induk dapat melindungi (menjaga) telur tersebut.
  • Untuk menjaga telur tersebut ke-2 induk ini mengipas-ngipas ekornya sekaligus menyuplai oksigen untuk telur-telurnya.

Penetasan telur

  • Telur yang sudah dibuahi dapat menetas sesudah 2-3 hari.
  • Pada hari ke enam larva discus mulai berterbangan serta melekat pada tubuh induknya untuk mengonsumsi lendir ditubuh induk sebagai pakan awal larva discus.

Pemeliharaan larva

  • Larva yang sudah melekat pada tubuh induknya dilewatkan sepanjang 3 minggu ( 21 hari ) sebelum saat larva berkembang jadi benih serta dipelihara pada aquarium terpisah.
  • Larva mulai diberikan pakan berbentuk naupli artemia waktu larva mulai terbang.
  • Jumlah naupli artemia yang diperlukan sejumlah 50 ml dengan kepadatan 5-10 individu / ml.

Pemeliharaan benih

  • Wadah pemeliharaan benih sama juga dengan wadah pemijahan dan pemeliharaan larva.
  • Aquarium diisi air hingga ketinggian 30 cm, setelah filter dipasang kemudian diberi garam 5 ppt dan diaerasi sepanjang 24 jam.
  • Benih discus yang telah berusia 2 minggu dipindahkan ke aquarium pemeliharaan benih, benih tersebut berukuran 1/2 inchi.
  • Benih diserok dengan hati – hati menggunakan saringan halus (sesudah induk diangkat). Lalu benih dimasukkan kedalam ember volume 5 liter yang telah diisi air. Kemudian diaklimatisasi serta dimasukkan ke aquarium yang baru.
  • Makanan ikan discus yang didapatkan pada benih diskus yaitu naupli artemia serta larva chironomus.
  • Naupli artemia diberikan sejumlah 50 ml hingga benih berukuran 1 bulan.
  • Frekuensi pemberian pakan ikan discus adalah 3 kali 1 hari dengan jumlah 100 ml tiap-tiap pemberian per aquarium.
  • Perubahan air dikerjakan tiap pagi hari dengan jumlah penggantian air lebih kurang 40 persen.

Potensi usaha 

Dengan perawatan serta pemeliharaan yang tidak terlalu rumit ditambah harga pakan yang tidak terlampau tinggi, ternyata ikan discus mempunyai potensi usaha yang sangat menjanjikan. Ini yang banyak dirasakan para peternak ikan discus, bagaimana tidak tiap harinya para peternak ini dapat menjual ratusan ekor anakan ikan discus dengan ukuran besar berkisar 3 cm dengan harga berkisar Rp50.000 / ekornya untuk jenis bambu kuning.

Untuk jenis red melon, anakannya bisa terjual dengan harga Rp80.000 – Rp.1000.000 per ekornya. Sedangkan untuk ukuran dewasa, sepasang ikan discus jenis bambu kuning dijual dengan harga berkisar Rp600.000 rupiah dan dapat meraih harga jutaan untuk jenis red melon. Selain itu harga bisa  menjadi fantastis bila memenangi kontes.

Leave a Comment

Your email address will not be published.