Blue Discus fish Symphysodon aequifasciatus

Cara Budidaya Ikan Hias Air Tawar

Budidaya ikan hias di air tawar saat ini semakin banyak diminati dan Tak jarang peternak yang semula menekuni budidaya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, guramih dan lain sebagainya beralih menekuni pembudidayaan ikan tawar.

Ini terjadi karena peluang dan potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi, budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal.

Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya. Di bawah ini akan dijelaskan secara garis besar bagaimana cara membudidayakan ikan air tawar. Yuk disimak.

Pemilihan Induk

Untuk sukses dalam membudidayakan ikan hias air tawar pengelolaan induk sangat dibutuhkan agar memperoleh hasil yang optimal. Biasa nya Ikan hias untuk indukan sudah berumur 7 bulan dengan panjang kurang lebih 7,5 cm.

Agar perkembangbiakan induk ikan maksimal  pakan yang diberikan antara lain seperti jentik nyamuk, cacing Tubifex, atau Chironomous. Dan selain itu kolam indukan diberi obat Oxytetracycline dan garam secara teratur agar tahan terhadap penyakit.

Artikel lainnya : Ikan Discus – Ciri, Jenis dan Cara Budidaya.

Proses awal semua indukan ikan hias baik jantan maupun betina dimasukan pada 1 kolam. Nanti induk ikan hias akan berpasangan dan memisahkan dari ikan lainnya. Indukan yang sudah berpasangan bisa dipindah ke kolam pemijahan.

Dapat juga dijodohkan langsung, tetapi anda harus bisa membedakan mana jantan dan mana betina. Ciri-ciri ikan hias jantan antara lain, ukuran besar, kepala jantan lebih besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta bentuk badan lebih ramping.

Kolam Pemijahan

Hal yang perlu diperhatikan dalam kolam pemijahan antara lain diberi substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang berguna untuk menempelkan telur, dinding akuarium diberi kertas atau plastik agar kolam menjadi gelam, hal ini karena dalam memijah ikan ini lebih suka ditempat gelap dan induk ikan hias akan memijah pada malam hari. 

Setiap indukan mampu menghasilkan telur antara 500-1000 butir. Bila telah bertelur langkah selanjutnya pindah telur yang menempel pada substrat ke kolam penetasan. Khusus kolam mini diberi obat anti jamur dan diberi pemanas air (water heater) yang dipasang pada suhu 27-28oC.

Telur ikan hias akan menetas setelah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%.  Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ± 2 minggu. Untuk pakan menggunakan nauplii Artemia sp 2x sehari hingga berumur 10 hari selanjutnya bisa diberi cacing Tubifex.

Untuk menghindari penyakit dalam hal budidaya ikan hias yang perlu diperhatikan adalah kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.